Minggu, 31 Mei 2015

MUTLAK

"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,"  2 Korintus 4:3







      Seorang hamba Tuhan, pelayan Tuhan atau pemberita Injil memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah, bisa dikatakan berat.  Menjadi hamba Tuhan atau pelayan Tuhan tak boleh hidup seenak kita sendiri supaya hidup kita tidak menjadi celaan atau batu sandungan bagi orang banyak.  Dalam Yakobus 3:1 dikatakan:  "Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat."

     Menjalankan  tugas sebagai pemberita Injil ternyata membawa konsekuensi yang tidak gampang.  Tapi jika kita dipilih Tuhan untuk menjadi hamba-hambaNya itu adalah anugerah yang luar biasa.  Karena itu kita yang saat ini disebut sebagai hamba-hamba Tuhan atau pemberita Injil harus memiliki kehidupan yang selaras dengan firman Tuhan.  Hidup kita tidak boleh menyimpang dari kebenaran firman Tuhan.  Terlebih lagi firman Tuhan yang diberitakan jangan sampai keluar dari jalur kebenaran.  Jika firman yang disampaikan menyimpang dari kebenaran Alkitab, kita harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan.  Di akhir zaman ini banyak orang yang memutarbalikkan firman Tuhan demi keuntungan atau kepentingan diri sendiri.  Masih banyak pula hamba Tuhan yang berani memberitakan firman Tuhan tapi ia sendiri belum sepenuhnya menjadi pelaku firman, masih saja melakukan perbuatan-perbuatan dosa secara tersembunyi.  Berhati-hatilah!  Karena  "...segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia,"  (Ibrani 4:13).

     Sebagai hamba-hamba Tuhan patutlah kita belajar seperti yang dikerjakan Rasul Paulus.  "Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan;  kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah.  Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah."  (2 Korintus 4:2).  Hidup hamba-hamba Tuhan haruslah seperti surat yang terbuka dan terbaca oleh semua orang!


Jadi, apabila kita sudah melakukan semua sesuai dengan firman Tuhan namun Injil yang kita beritakan ditolak orang, hal ini bukan menjadi urusan kita lag

HARI ESOK

Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."  Markus 16:7





       Berbicara tentang hari esok, tak seorang pun yang tahu.  Itulah sebabnya kita semua tanpa terkecuali terkadang merasa was-was, takut dan kuatir karena memang hari esok itu berada di luar jangkauan kita.  Karena itu Salomo menasihati,  "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (Amsal 27:1).  Namun, sebagai anak-anak Tuhan tidak seharusnya itu terjadi jika kita percaya bahwa Tuhan telah berada di sana (di sorga).  Ia telah mendahului kita dalam perjalanan kehidupan yang akan kita lalui.


     Dari pembacaan firman Tuhan hari ini, dalam kisah kebangkitan Tuhan Yesus malaikat menyampaikan pesan kepada para wanita yang membawa rempah-rempah ke kubur supaya memberitahukan kepada murid-muridNya bahwa Yesus telah bangkit dan telah mendahului mereka ke Galilea.  Ini menunjukkan bahwa Tuhan telah mendahului kita di depan, hari esok ada di genggaman tanganNya.  Dalam Wahyu 1:8 dikatakan:  "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Karena Tuhan telah mendahului kita, maka Ia tahu jalan mana yang patut kita tempuh.  Dia akan menuntun hidup kita kepada rencanaNya dan semuanya itu tidak akan mendatangkan bahaya bagi kita.  Tuhan tidak saja telah mendahului kita tetapi Ia juga yang akan menyertai kita seperti dikatakanNya, "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20b).  Jadi tidak ada alasan untuk kita menjadi kuatir, takut, putus asa, hilang pengharapan dan kecewa jika kita yakin bahwa Tuhan telah mendahului kita, menyertai kita dan berada di antara kita.

     Oleh karena itu andalkan Tuhan dalam segala hal karena Dia adalah pemegang kendali hidup kita.  Semua ini harus memacu kita untuk lebih setia dan lebih beriman lagi kepadaNya.  Dalam segala hal andalkan Tuhan karena Dia adalah pemegang kendali hidup kita.


Dunia boleh bergoncang dan orang dunia boleh berkata bahwa esok tidak ada harapan, tapi bagi anak-anak Tuhan masa depan itu ada dan pengharapan kita tidak akan pernah hilang karena Dia memegang hari esok kita!

SELALU ADA JALAN

"Dan aku berkata:  telah terusir aku dari hadapan mata-Mu.  Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?"  Yunus 2:4







       Ketika berada dalam lembah kekelaman, ujian atau masalah yang berat, seringkali kita bertanya kepada Tuhan,  "Mengapa Tuhan hal ini bisa terjadi?  Tuhan, mengapa Engkau meninggalkan aku?"  Ketahuilah bahwa adakalanya Tuhan mengijinkan kita masuk ke suatu keadaan yang sepertinya tidak ada harapan, dengan tujuan menguji kesetiaan dan iman kita.  Karena itu kita tidak boleh menyerah dan putus asa.


     Saat berada di dalam perut ikan, Yunus tetap mengarahkan imannya kepada Tuhan dengan berkata,  "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus." (Yunus 2:7).  Jangan sekali-kali kita lari mencari pertolongan atau bersandar kepada manusia karena kita pasti akan kecewa dan Alkitab pun menentang hal itu.  Tertulis :  "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!" (Yeremia 17:5).  Larilah kepada Tuhan, berseru-seru padaNya sampai pintu sorga terbuka.

     Berhentilah menggerutu dan berkeluh kesah sebaliknya tetaplah tenang dan ucapkanlah syukur kepada Tuhan, karena  "Hati yang tenang menyegarkan tubuh," (Amsal 14:30a) dan di situlah letak kekuatan kita (baca Yesaya 30:15).  Secara manusia Yunus sudah tidak memiliki harapan untuk hidup, tapi ia masih bisa berkata,  "Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu;  apa yang kunazarkan akan kubayar.  Keselamatan adalah dari Tuhan!" (Yunus 2:9).  Dengan mengucap syukur semangat yang padam dapat bangkit kembali dan iman yang sudah lemah dapat dikuatkan.  Ingat!  Kuasa Tuhan tidak dapat bekerja apabila iman kita padam.  Sekalipun manusia berkata itu mustahil, penyakitmu tidak akan sembuh, rumah tanggamu akan hancur, selalu ada harapan dan jalan keluar di dalam Tuhan.  Tiada sesuatu yang mustahil bagi Tuhan!  Sebesar apa pun persoalan kita Tuhan Yesuslah jawaban!  Sebagaimana Tuhan sanggup mengeluarkan Yunus dari dalam perut ikan seperti tertulis:  "Lalu berfirmanlah Tuhan kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat."  (Yunus 2:10), Dia pun sanggup menolong kita.


"Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di paang belantara." Yesaya 43:19b

HARGAI ORANG LAIN

Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri."  Hagai 1:9b







      Bait Suci adalah tempat di mana kemuliaan Tuhan dinyatakan atas umatNya. Sayang, Bait Suci dalam bacaan hari ini telah menjadi puing-puing atau reruntuhan. Oleh karena itu tanpa kenal lelah nabi Hagai mengajak umat Tuhan untuk membangun kembali Bait Suci yang telah runtuh itu.  Bagaiman respons mereka?  "Bangsa ini berkata:  Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan!"  (Hagai 1:2).


Orang-orang tidak menanggapinya dengan serius dan cenderung meremehkan ajakan nabi Hagai.  Mereka enggan mendirikan Bait Suci lagi dan lebih suka mendirikan rumah mereka sendiri.  Ini menunjukkan bahwa mereka lebih mementingkan diri sendiri dari pada perkara-perkara rohani.  Perkara-perkara rohani bukan lagi prioritas utama dalam hidup mereka.  Apakah ini yang disebut dengan kemajuan rohani?  Bangsa Israel telah mengalami kemunduran rohani yang teramat dalam.  Pengalaman bangsa Israel inilah yang mendorong Rasul Paulus untuk mengingatkan jemaat di Galatia,  "Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!"  (Galatia 3:3-4)

     Keadaan ini tidak jauh berbeda dengan kehidupan orang percaya saat ini;  semangat untuk melayani Tuhan sudah semakin kendor, padahal sebelumnya kita begitu berapi-api bagi Tuhan.  Namun setelah semuanya berjalan dengan lancar kita mulai berubah.  Hati kita mulai dingin!  Kini perkara-perkara duniawi lebih menyita sebagian besar waktu kita.  Kita tenggelam dalam kesibukan mengejar materi sampai-sampai waktu untuk bersekutu dengan Tuhan sudah tidak ada lagi, apalagi terlibat dalam pelayanan.  Kita biarkan Bait Suci menjadi reruntuhan dan kita sibuk membangun dan mempercantik rumah sendiri.  Tuhan berkata,  "...tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1 Korintus 6:19).  Bukan berarti kita semua harus masuk sekolah Alkitab dan menjadi pendeta atau pelayan Tuhan penuh waktu.


Apa pun yang kita miliki:  waktu, tenaga, talenta, karunia, harta dan sebagainya dapat kita persembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan;  jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri saja.

TIDAK MENANGISI

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu."  1 Yohanes 2:15






          Keberadaan hidup orang percaya di tengah dunia adalah untuk menjadi berkat atau kesaksian bagi dunia.  Karena itu kita dituntut memiliki kehidupan yang 'berbeda' dari orang-orang dunia.  Tertulis:  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."  (Roma 12:2).  Jika hidup kita tidak jauh berbeda dari orang dunia berarti kita telah gagal menjadi orang Kristen.  Bahkan Yakobus dengan keras menyatakan:  "Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah."  (Yakobus 4:4).  Jika seseorang mengasihi dunia ini bisa dipastikan bahwa dia tidak mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya, karena ia lebih mengutamakan perkara-perkara duniawi dan mengabaikan perkara-perkara rohani.


     Keduaniawian merupakan suatu roh yaitu suatu atmosfer, suatu pengaruh yang menembus seluruh kehidupan manusia.  Sehubungan dengan ayat nas di atas, tidak berarti bahwa di dalam masyarakat kita harus berlaku seperti 'orang suci', hidup menyendiri dan tidak lagi bersosialisasi.  Tetapi yang dimaksud di sini adalah tidak boleh hidup menurut cara hidup dunia ini yang cenderung berkompromi dengan dosa dan hidup dalam kedagingan.  Dewasa ini banyak orang Kristen yang 'bergandengan tangan' dengan dunia ini sehingga sulit dibedakan manakah orang Kristen dan mana yang 'orang dunia'.  Hal ini janganlah sampai terjadi!  Terlebih-lebih menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang sudah di ambang pintu, kita harus berjuang untuk hidup benar dan tidak bercacat-cela.  Kita harus tegas terhadap dosa!

     Firman Tuhan berkata,  "...hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging."  (Galatia 5:16), dan  "...barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."  (Galatia 6:8).


Bukti kalau kita tidak mengasihi dunia adalah tidak berkompromi dengan dosa, sebaliknya hidup menurut pimpinan Roh Tuhan!

PENGKOTBAH

Pengkotbah 11:9-10, 12:1-8

"Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: 'Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!'"  Pengkotbah 12:1






        Kehidupan manusia tidak hanya berlangsung di dunia ini saja, tapi ada kehidupan baru setelah kematian.  Jadi hidup manusia ada dua tahap:  hidup sementara di dalam dunia dan hidup dalam kekekalan di akhirat nanti seperti dikatakan oleh Rasul Paulus,  "...jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia."  (2 Korintus 5:1).


     Adalah salah besar jika orang berkata bahwa hidup hanya sekali saja yaitu saat di bumi ini.  Dalam Yesaya 22:13 dikatakan:  "Tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru:  'Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!'".  Seorang kaya yang bodoh juga berkata kepada dirinya sendiri,  "Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya;  beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah."  (Lukas 12:19).  Orang kaya ini lupa bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar.  Jika hidup ini hanya sebatas lobang kubur buat apa kita berlelah-lelah melayani Tuhan, tekun dalam ibadah dan mempertahankan iman di dalam Kristus?  Pengkotbah mengingatkan, selagi masih muda (dengan kata lain:  selagi masih ada kesempatan) biarlah kita gunakan waktu yang ada untuk mengejar perkara-perkara yang menuju kepada kekekalan.

     Biarlah waktu-waktu yang kita lewati ini adalah kesempatan bagi Tuhan untuk mengurapi kita dan memakai kita sebagai alat kemuliaanNya.  Terlebih bagi kita yang masih muda, masa muda adalah masa emas bagi kita berbuat sesuatu untuk Tuhan dan juga sesama.  Kita tahu usia muda adalah masa yang rawan bagi seseorang karena kebodohan melekat pada hati anak muda.  tertulis:  "Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya."  (Amsal 22:15).  Kebodohan membuat mereka gampang jatuh dalam dosa.  Sebagai anak-anak Tuhan, jangan sia-siakan kemudaanmu!


Potensi dalam dirimu adalah harta termahal.  Persembahkan itu kepada Tuhan sebagai alat kebenaranNya sehingga masa mudamu menjadi teladan bagi banyak orang dan nama Tuhan dipermuliakan!

Deel in die ryk seëninge uit God se WOORD! Dit sal ook lekker wees om van jou te hoor! Neem dus vrymoedigheid om kommentaar te lewer, maar doen dit asseblief altyd op 'n smaakvolle en verantwoordbare manier. Onbeheerste galbrakery sal nie geplaas word nie... Die opinies hier uitgespreek is my eie tensy duidelik anders vermeld. Hierdie webjoernaal is nie 'n amptelike spreekbuis van die NG Kerk in Namibië of die Tsumeb gemeente nie. VOLG op TWITTER by Johannes de Koning ‏@tjdekoning

NOORD KAAP GEE REDES

Die Noord Kaapse sinode van die NG Kerk het duidelike redes gegee in 'n herderlike brief waarom die voorgestelde verandering aan Artikel 1 van die Kerkorde (wat voorsiening vir Belhar as opsionele belydenisskrif sou maak) verwerp is.

Hier is 'n uittreksel uit hulle herderlike brief:


Die sinode het – sonder om hom uit te spreek oor die aard of die inhoud van die Belharbelydenis - die voorgestelde wysiging van Artikel 1 van die Kerkorde, onder andere, om die volgende redes nie goedgekeur nie:
1. Die voorgestelde kompromisvoorstel poog om mense tevrede te stel eerder as om aan die Skrif getrou te wil wees.
2. Die voorgestelde wysiging voer leervryheid in die Kerk se orde in, in stryd met die Skrif en die Drie Formuliere van Enigheid, omdat dit die keuse laat om ’n belydenisskrif te aanvaar of nie te aanvaar nie. Die implikasie is dat dit dan ook noodwendigerwys van die ander belydenisskrifte móét geld en/of dat nog belydenisskrifte – volgens die begeerte van lidmate – tot die belydenisgrondslag van die kerk toegevoeg kan/mag/moet word.
3. Daarby stel dit die kerk op die sogenaamde quatenus-standpunt, in plaas van die gereformeerde quia-standpunt. Eersgenoemde is meermale in die geskiedenis baie sterk deur die kerk afgewys. Die Ned. Geref. Kerk in Noord-Kaapland aanvaar die belydenisskrifte omdat dit in ooreenstemming is met die Skrif, nie insoverre of indien dit (volgens die oordeel/willekeur van lidmate) in ooreenstemming met die Skrif is nie.
4. Die voorgestelde wysiging is in stryd met die Ned. Geref. Kerk se belydenisgrondslag en die Skrif.
(Kliek op Herderlike Brief vir die volledige inhoud)